Sabtu, 22 Oktober 2011


AKU dan MEREKA

Kata "mereka" Tuhan sedang menanak nasi
Tapi kata "mereka" sudah tak ada panen selama satu abad
bahkan ancaman tahun depat tak ada lagi sawah dengan serangga yang tersenyum
Kacamata terduduk namun kelambu besar didepannya
Sedang nurani layaknya pria dan wanita
Kataku aku tak lagi punya nasi
kata mereka Tuhan sedang menanak nasi
Fatamorgana memang nampak tp siapa yang mampu merekuhnya
Karena mereka hanya membual tentang keberadaan Tuhan
Bukan kelaparan lg musuhku namun singa yang meraung diatas batu yang dibwahnya tertindih cacing
Aku tak takut berapa abad sawah ini menjadi kering
Yang aku takutkan singa mngangkat batunya dan menindihkannya diatas swahku


Selasa, 18 Oktober 2011

PENGEMBARA

Seorang pengembara menancapkan tongkatnya diatas gurun pasir
Ia berdiri meski tak beralas
Tak ada sudut yang terlihat
Tak ada juga mendung yang terjaga
Gurun pasir menulis cerita tentang kegalauan
angkat kakimu dan hentakkan keras
Mungkin saja ada cacing pemakan pasir

Gurun pasir mlukiskan awan yang mendung
Udara terhempas lirih, selirih nafas mendengus ketika mata terpejam
Adakah gurun ini berujung?
Sedang tulang kaki ini telah remuk bersama pasir yang berterbangan
Apa mungkin Tuhan tertidur ketika itu, sedang syetan selalu memandang tajam
Adakah kiblat yang bisa tertuju?