Mahligai cinta yang termakan usia
Lapuk sumsum darah tak lagi merah
Jantung berdetak tanpa nadi yang terasa
Hasrat diri terbawa mati
Bergelora seakan tak punya nyali
Menunggu sangkakala penghenti
Mengharap iba dari sang kuasa
Durasi waktu ingin diperpanjang
Namun peluit telah berbunyi
Merasakan indahnya cinta dikala mati
Terasa hanya diruang sempit tak berisi
Teriak terbekam hanya gema diruangku sendiri
Tak ada adegan cinta dipertontonkan karena panggung
sandiwara telah tertutup kain kafan.