Senin, 07 November 2011

Sindy Namanya

Cik cik gemricik tetesan gerimis membasahi dedaunan yang masih tertidur kala itu, udara berhembus sumilir ngengalir lembut hingga terasa sampai ke paru paru, Kabut pekat dipelataran rumah menutupi tanah gembul desa itu, Berdirilah sebuah rumah sederhana beratapkan genting lengkung dan ber cat putih kusut bercampur debu, Jendela dua pintu terbuka sebelah ketika itu, sekadar  sejukna udara masuk kedalam rumah dan menyegarkan ruangan yang semalam pengap dan berdebu, Lantai mengkilat bersih, namun bukan keramik menambah betapa terjaganya rumah itu oleh sang pemilik. Sindy namanya, gadis kecil sederhana 21 tahun ini hidup bahagia bersama keluarganya, Kasih sayang mengalir nyata ketika sendau gurau terlihat diantara mereka, kakak yang sayang terhadap adiknya, wajah orang tuanya yang memancarkan tanggung jawab seakan menggambarkan betapa besar cita2 orang tuannya kepada Sindy, Sindy…..Gadis kecil dengan jiwa yang besar, meskipun ia terlahir dari keluarga sederhana, namun tidak untuk kesederhanaan pola pikirnya, angan angannya untuk menjadi maju ia tunjukan pada keluarganya, sehingga iapun melanjutkan sekolah hingga perguruan tinggi, AKBID lah yang ia tuju, perjalanan panjang ia lalui setelah memutuskan untuk hijrah ke perantauan menuntut ilmu untuk masa depan, laku demi laku ia mainkan, dan karakter dalam peranpun telah ia temukan seiring terjalnya dunia yang ia lalui sendiri di kota perantauan. Sifatnya yang sederhana menjadikan ia gadis yang dewasa, lebih dari kedewasaan gadis seumur dia. Ia percaya bahwa Tuhan selalu disisihnya, karena itulah dia terlahir sebagai orang yang patuh terhadap agama. Waktu berlalu berganti hingga pola pikirpun harus mulai dibenahi, suatu ketika pergilah Sindy bersama temannya Annel ke kos kosan teman Annel, Sindy pun dikenalkan pada seorang lelaki badung teman Annel,joni namanya.  Percakapan terlontar satu demi satu, sindy mungkin merasakan risih karena “sowan” ketempat yang begitu kotor,dan tak terawat, maklum Joni bukanlah lelaki yang rajin dan mampu hidup baik layaknya lelaki lain seusiannya. akhirnya diapun mengenal lebih lanjut sosok joni, hingga hal yang sangat rahasiapun sindy ketahui melalui sms Joni, Joni adalah sosok yang tertutup dengan segala permasalahannya, ketidak wajaran hidup joni seakan menjadikan ia terasing di lingkungannya. Masa lalu yang menjadikan ia trauma dan hidup “ngawur”. Kata demi kata kembali terlontar lewat pesan singkat yang mereka kirim, selang beberapa waktu ketika kegalauan datang menyerang Joni sindy tiba tiba datang menghantarkan semangat lewat pesan indah berisikan motivasi untuk joni. Namun meskipun Joni merasa bahagia karna ia merasa tak sendiri seperti hari-hari terdahulu, namun ia belum menganggapnya hal yang luar biasa, sesekali Joni memang bercerita tentang masalahnya, namun seakan semua telah ia ceritakan pada Sindy, karena memang Sindy bisa memahami apa yang belum menjadi pemikiran Joni meskipun umurnya lebih muda daripada Joni.
Kebiasaannya menulis, Sindy kirimkan pada Joni, tekadang puisi, terkadang pula cerita pendek berisikan “gugahan” supaya Joni bisa kembali seperti Joni yang dl baik. Desiran angin malam itu mengantarkan Joni kedalam sebuah lamunan panjang , dalam hening ia berfikir tentang Sindy, begitu banyak yang telah ia berikan pada seorang ”Joni” padahal Joni tak pernah memberikan apapun selain celotehan sms yang ia kirim, sungguh ini adalah fatamorgana yang mampu terengkuh, joni merasakan hidupnya sedikit berarti setelah Sindy datang dalam kehidupannya. Ia pun sedikit tak percaya gadis selugu itu memiliki kepedulian yang sangat terhadap orang yang bernama Joni, hanya satu yang Joni pikirkan, tak ada hal yang lebih indah dalam hidupnya kecuali memiliki teman berbagi, yaitu Sindy selamanya

Minggu, 06 November 2011

curhat

berfikirlah terus kalian yang kini memiliki pasangan hidup, meski belum masih bersifat sementara, karena sungguh kenangan itu akan tersurat indah kelak jika saat ini kita jalani dengan ndah..jangan ada penyesalan dikemudian hari tentang apa yang kita lakukan ketika kita memiliki pasangan hidup...rahasia tuhan tak ada yang tahu., ketika ketetapan sudah ditetapkan maka yang bisa kita lakukan hanyalah terdiam dan merasakan apa yang disebut takdir... penyesalan hanya akan membawa luka,,, hormati pasanganmu, sayangi dia dengan tulus, meskipun terkadang menyakitkan tp ketahuilah itulah yang disebut dengan ketulusan...pupuk kebaikan padanya maka engkau akanmenerima kebaikan pula,,,meski tak engkau belum tahu kapan kebaikan itu akan datang....