Rabu, 26 Oktober 2011

Menunggu Nasib



Mudah mudahan ada sepercik api ditengah puncak es tertinggi
Semoga ada hembusan angin didalam ruang bohlam
Dan semoga ada masih ada tanah 10 tahun lagi
Bukan kehendak yang harus
Namun ini merupakan sebuah keharusan
Anak cucu menanti
Ingin dia terlahir dengan senyum
Bukan dengan ratapan kesedihan seorang bayi
Nafas adalah cita cita
Buka sebuah kepasrahan
Sedang kini kaum borjuispun kehilangan namanya
Bumi memang berputar
Tp matahari kini ada dua dan menghimpit bumiku

Senin, 24 Oktober 2011

RETAK



Ada yang sedang melihat rupanya
Matanya tajam melotot pada sekumpulan setan yang beranak diatas bumi
Ada pula yang sedang mengkikik dibawahnya
Andai saja ada belati kan kutusuk kau dari belakang
 Biar darahmu mengalir dan akupun tak lagi haus
Apakah tak ada nurani lagi untuk “Dia” yang letih melihatmu
Harusnya kita tidak diperanakan
Malaikat menunggangi matahari menuju bumi
Artikan saja sendiri..
Jadikan kesempurnaanya sebagai tauladan
Janganlah  mentang mentang