Terjerat dalam kekuasaanku
Sesak tertindih ribuan kilo emas
Menahan perih atas luka yang tak berujung
Hanya namaMU yang ku sebut dalam desiran sisa sisa nafasku
Bangkai busuk tak berdosa menjadi hiasan negeriku yang elok nan KAYA
Ratusan ekor lalat mengutuk mereka yang mengaku dewa atas bangkai yang terbengakalai digubug penderitaan
Menangis darahpun aku lakukan, karena mahkotaku kini menjadi mahkota duri kembang mawar
Mereka yang mengaku dewa hanya asik minum arak disaat rakyatnya menangis darah
Lalu siapa yang ikut menangis ketika kami menangis
Aku hanya ingin ingin melihat matamu berkaca meski tak meneteskan air mata
Duniaku tak lagi berisi, hanya sekumpulan patung berdasi yang berhati busuk
Duniaku kini sepi, yang terdengar hanya tangisan darah 237 ribu lebih manusia yang kehilangan mahkotanya
Selasa, 14 Juni 2011
Senin, 13 Juni 2011
renungkanlah
ketika masih ada seseorang yang menangis karena tak ada beras di kantung rumahnya
Ketika masih ada bocah yang busung karena kekurangan susu
Ketika masih ada anak 7 tahunan membawa gelas plastik di perempatan jalan
Ketika pedagang kaki lima menjerit karena gusuran satpoL pp
Benarkah rizki yang melimpah dihambur hamburkan oleh mereka orang kaya yang sesat
Benarkah wakil yang terpilih menggunakan fasilitas negara untuk tamasya ke negeri orang
Benarkah nafas yang seharusnya untuk kaum kecil, digunakan untuk memanipulasi proses mereka
Benarkah Satpam Negara hanya bisa diam disaat semua itu terjadi
Nasib negara ini sungguh malang, mereka hanya bisa menutupi kebusukan mereka disaat rakyat menjerit kesakitan, mereka terlalu rapi menutupi kesalahan mereka tanpa melirik siapa yang akhirnya menjadi korban..memang banyak jalan yang mereka berikan, tp selalu putus ditengah jembatan hingga tak dapat dinikmati mereka yang menderita..sahabat bgaimana pendapatmu dengan kenyataan seperti ini?apa yang akan kalian lakukan sebagai manusia biasa yang tak punya kuasa?
Ketika masih ada bocah yang busung karena kekurangan susu
Ketika masih ada anak 7 tahunan membawa gelas plastik di perempatan jalan
Ketika pedagang kaki lima menjerit karena gusuran satpoL pp
Benarkah rizki yang melimpah dihambur hamburkan oleh mereka orang kaya yang sesat
Benarkah wakil yang terpilih menggunakan fasilitas negara untuk tamasya ke negeri orang
Benarkah nafas yang seharusnya untuk kaum kecil, digunakan untuk memanipulasi proses mereka
Benarkah Satpam Negara hanya bisa diam disaat semua itu terjadi
Nasib negara ini sungguh malang, mereka hanya bisa menutupi kebusukan mereka disaat rakyat menjerit kesakitan, mereka terlalu rapi menutupi kesalahan mereka tanpa melirik siapa yang akhirnya menjadi korban..memang banyak jalan yang mereka berikan, tp selalu putus ditengah jembatan hingga tak dapat dinikmati mereka yang menderita..sahabat bgaimana pendapatmu dengan kenyataan seperti ini?apa yang akan kalian lakukan sebagai manusia biasa yang tak punya kuasa?
Langganan:
Postingan (Atom)