Tak lagi mampu berkicau layaknya seekor burung
Cacing cacing tanah perutnya tak lagi coklat, tak juga lentur
Namun kini putih karna tak ada tanah yang ia makan
Gudang beras kini terlihat kosong
Dan tikuspun menangis karenanya
Gedung bertingkat, hotel-hotel berbintang selalu mendapatkan tempat untuk Berjaya
Dewa penciptanya bangga tertawa lepas atas semua yang ia cipta
Lautan api menjalar membuat fatamorgana di pulau kalimantan yang teduh
Bahkan hidungku tersumbat, tercekik akibat kebulan asap mesin robot yang tak henti hentinya bekerja
Nuri menjerit meneteskan liuh berontak merampas miliknya meski tak berparuhCacing cacing menggeliat mengeruk tanah hingga tak berdaya, mempertahankan kekuasaanya diatas penderitaanya
Dunia kini bagai bangkai, diam tak bernyawa, mulut terbungkam oleh ulah para makluk durhaka yang mengaku dewa
Dunia kini bagai bangkai, meng “ia” kan semua meski dirinya hancur dimakan keadaan
Dunia akan menjadi bangkai jika nuri tetap tak berparuh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar