Kamis, 30 Juni 2011

SISI LAIN SEKOLAH “MURAH”

Ada sesuatu yang timpang, ketika “gembar gembor” bahwa pendidikan itu murah, pendidikan itu terjamin bagi semua warga Negara, pendidikan mudah terjangkau dan penuh toleransi. Beberapa sistem pendidikan yang telah berjalan memang tidak perlu mendapatkan kritik, namun masih ada sistem yang disistemkan oleh “mereka yang mengaku peduli terhadap pendidikan nasional”. Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional menjanjikan mutu pendidikan  bertaraf internasional, memang ada perbedaan proses, metode dan teknik yang digunakan didalamnya namun ternyata tidak jauh berbeda dengan sekolah standar nasional. yang perlu dipertanyakan adalah ketika kwalitas yang tidak jauh berbeda tersebut ternyata menyerap lebih banyak biaya bahkan keluar dari konteks bahwa setiap warga Negara berhak mendapat pendidikan sesuai yang tertuang dalam UUD pasal 31. Bagaimana tidak, kasus di Tulungagung JATIM, sebuah sekolah menengah pertama yang bertaraf internasional tega “menyodorkan” 5 Juta rupiah untuk uang gedung bagi setiap siswa barunya. Bahkan seorang ibu wali muridnya rela meneteskan air mata meminta keringanan biaya dihadapan kepala sekolah namun pihak sekolah hanya memberikan penjelasan tanpa sebuah janji yang pasti. Salah satu SMK dijawa timurpun memiliki kasus serupa, biaya uang gedung sebesar 4 juta rupiah harus dibayar lunas dalam tenggang waktu 2 hari. Apakah itu merupakan terobosan yang baik untuk memajukan pendidikan di negeri ini? Tentunya tidak jika keputusan tersebut dihadapkan pada jaminan warga Negara untuk mendapatkan pendidikan. Orangtua siswa menjadi merasa berat apabila biaya yang disodorkan tidak mampu dijangkau padahal mereka ingin anaknya pandai dan mendapatkan pendidikan yang layak, dengan toleransi pembayaran biaya yang begitu singkat sungguh sangat mencekik dan mungkin banyak diantara orangtua wali yang menggagalkan anaknya untuk bersekolah hanya karena terpancang masalah BIAYA dan justru menjadikan semakin banyaknya wali murid yang mengartikan bahwa sekolah bukanlah jalan utama menuju kesuksesan, bahkan akan semakin banyak anak yang tidak bersekolah padahal sekolah adalah gerbang menuju warga Negara yang cerdas dan maju.
Mari kita renungkan bersama …..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar