Rabu, 26 Oktober 2011

Menunggu Nasib



Mudah mudahan ada sepercik api ditengah puncak es tertinggi
Semoga ada hembusan angin didalam ruang bohlam
Dan semoga ada masih ada tanah 10 tahun lagi
Bukan kehendak yang harus
Namun ini merupakan sebuah keharusan
Anak cucu menanti
Ingin dia terlahir dengan senyum
Bukan dengan ratapan kesedihan seorang bayi
Nafas adalah cita cita
Buka sebuah kepasrahan
Sedang kini kaum borjuispun kehilangan namanya
Bumi memang berputar
Tp matahari kini ada dua dan menghimpit bumiku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar