Selasa, 14 Juni 2011

TANGISAN PILU

Terjerat dalam kekuasaanku
Sesak tertindih ribuan kilo emas
Menahan perih atas luka yang tak berujung
Hanya namaMU yang ku sebut dalam desiran sisa sisa nafasku
     Bangkai busuk tak berdosa menjadi hiasan negeriku yang elok nan KAYA
     Ratusan ekor lalat mengutuk mereka yang mengaku dewa atas bangkai yang terbengakalai digubug penderitaan
     Menangis darahpun aku lakukan, karena mahkotaku kini menjadi mahkota duri kembang mawar
     Mereka yang mengaku dewa hanya asik minum arak disaat rakyatnya menangis darah
     Lalu siapa yang ikut menangis ketika kami menangis
     Aku hanya ingin ingin melihat matamu berkaca meski tak meneteskan air mata
     Duniaku tak lagi berisi, hanya sekumpulan patung berdasi yang berhati busuk
    Duniaku kini sepi, yang terdengar hanya tangisan darah 237 ribu lebih manusia yang kehilangan mahkotanya

1 komentar: